Selasa, 18 November 2014

Contoh Draft Skripsi




Nama                     : Tekka Bancin

NIM                       : 40400111137 / AP. 4

Jurusan                  : Ilmu Perpustakaan

Fakultas                 : Adab Dan Humaniora

Judul               : Penerapan Sistem Automasi Perpustakaan Menggunakan Senayan Library Sistem Pada Perpustakaan Universitas 45 Makassar

A.     Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini masyarakat dituntut untuk dapat mengikuti

perkembangan teknologi dan informasi. Hal ini dibutuhkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang profesional.Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal diperlukan media khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan.

Begitu juga dengan perpustakaan yang ada saat ini telah berkembang dan digunakan sebagai pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan atau jasa lainnya.Perpustakaan menjadi media dan pusat informasi serta sumber ilmu pengetahuan yang tidak ada habis-habisnya untuk digali, ditimba dan dikembangkan.

Peranan perpustakaan dalam menunjang kebutuhan informasi sangat penting baik itu terhadap perpustakaan sekolah maupun perpustakaan perguruan tinggi yang berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi, tidak hanya mengacu pada keindahan bangunan atau kenyamanan ruangan perpustakaannya saja, tapi juga pada ketersediaan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka.

Dewasa ini perpustakaan  menjadi tempat yang penting dalam menrcari informasi. Eksitensi perpustakaan tetap dipertahankan karena fungsinya yang berkaitan dengan masyarakat meskipun banyak hambatan. Perpustakaan dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat antara satu sama lain. Karena perpustakaan diharapkan mampu membantu masyarakat atau pemustaka dalam mendapatkan informasi

Sulistyo-Basuki, menyatakan bahwa dewasa ini penerapan teknologi informasi dalam kehidupan sehari hari dapat kita ketahui dan rasakan, di bidang industri, perdagangan, perhotelan, pariwisata, perbankan dan sebagainya, termasuk bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi (pusdokinfo).Teknologi informasi yang dimaksud adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi (Sulistyo-Basuki, 1993: 87).

Menurut Tedd , pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan dimulai tahun 1960-an, ketika Library of Congress mulai menggunakan komputer untuk menghasilkan cantuman katalog terbacakan mesin. Awal tahun 1970-an terjadi beberapa terobosan terutama dalam teknologi perpustakaan. Online Computer Library Centre memulai pengatalogan bersama, begitu juga UTLAS di Kanada. Awal 1980-an komputer telah menggantikan katalog kartu (Tedd, 1995: 20).

Setiarso, menyatakan bahwa pemanfaatan komputer di perpustakaan di Indonesia dimulai sejak tahun 1970-an oleh beberapa perpustakaan khusus.Pada tahun 1971, staf Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah (PDII-LIPI) melakukan percobaan pertama, menyusun daftar serial terkomputerisasi dengan menggunakan fasilitas komputer dari Kementerian Pekerjaan Umum.Kemudian, Perpustakaan Pusat Penyelidikan Tenaga Listrik mencoba mengoperasikan sistem penyimpanan dan penelusuran informasi sederhana pada tahun 1972. Era komputerisasi yang sesungguhnya baru dimulai pada tahun 1975, ketika PDII-LIPI berhasil memproduksi katalog induk majalah, meliputi 4298 judul jurnal ilmiah yang dikelola 33 perpustakaan di Indonesia dengan perangkat lunak MINISIS. Ini diikuti beberapa lembaga seperti, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menggunakan perangkat lunak MPEN dan CISC untuk mengelola kegiatan perpustakaan, Badan Tenaga Atom Nasional menggunakan perangkat lunak V AX untuk mengelola kegiatan perpustakaan (Setiarso, 1997: 39-41).

Sulistyo-Basuki, automasi perpustakaan perguruan tinggi dimulai tahun 1980-an, tatkala harga mikrokomputer mulai turun.Awalnya dari jaringan kerjasama perpustakaan perguruan tinggi yang dibentuk sebagai implementasi kebijaksanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam upaya meningkatkan mutu dan peranan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.Jaringan ini beranggotakan 14 perguruan tinggi negeri (Sulistyo-Basuki, 1993: 45).

Selanjutnya dibentuk suatu pangkalan data bibliografi perguruan tinggi yang dikelola oleh Pusat Layanan Bibliografi Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.Jenis bahan pustaka yang dijaring dari anggota jaringan untuk tahap awal berupa disertasi (tugas akhir S3), tesis (tugas akhir S2), dan skripsi (tugas akhir S1).Berdasarkan kenyataan yang ada, kegiatan automasi perpustakaan di kalangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia dapat dikatakan lamban.Hal ini dapat dipahami hingga saat ini belum semua perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang telah melakukan kegiatan automasi perpustakaan (Hariyadi, 1989: 51-53).

Universitas 45 Makassar adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang telah mampu mewujudkan fasilitas penunjang kegiatan belajar mahasiswanya.Sejarah berdirinya Universitas 45 Makassar berawal pada tanggal 9 Desember 1985.Universitas  45 Makassar didirikan oleh tokoh Pejuang Angkatan 45 dan sesepuh Sulawesi Selatan Dr (Hc). H. Andi Sose pada tanggal 9 Desember 1985 berdasarkan Akta Notaris Sitske Limoa, SH. Nomor 45, dan secara resmi menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 1986/1987 setelah mendapat Izin Operasional dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi dengan SK No. 595 Tanggal 13 Juni 1986. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 143/DIKTI/Kep/1996, Fakultas dan Jurusan pada Universitas 45 memperoleh Status Disamakan. Pada tahun 1998 - 2000 Universitas 45 memperoleh Status Terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Depdiknas untuk semua fakultas dan jurusan pada Universitas 45. Sesuai SK Dirjen Dikti No. 34/Dikti/Kep/2002 tentang Hasil Evaluasi Diri Elektronik (Self Evaluation) laporan penyelenggaraan program studi per semester, maka Universitas 45 memperoleh Perpanjangan Izin Penyelenggaraan, dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas melalui SK Dirjen Dikti No. 0733-1805/D/T/2004 untuk 21 Program Studi dari 6 Fakultas dan Program Diploma yang dibina oleh Universitas 45 Makassar. Pada tanggal 29 Mei 2005 sampai dengan 15 Nopember  2005 telah dilaksanakan Visitasi untuk 21 Program Studi yang dibina Universitas 45oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Depdiknas, untuk memperoleh Perpanjangan Akreditasi Program Studi yang ada pada Universitas 45 Makassar. Universitas 45 hingga saat ini selama 21 tahun (1985 - 2007) membina 30 Program Studi yang ada pada 10 Fakultas, Program Diploma (D1/D3) dan Program Pasca Sarjana (S2) sebagai berikut

1.     Fakultas Ekonomi : Program Studi Ilmu Ekonomi; Manajemen; dan Akuntansi.

2.   Fakultas Ilmu Sosial dan Politik : Program Studi Ilmu Administrasi Negara; Sosiologi; dan Hubungan Internasional (HI).

3.    Fakultas Pertanian : Program Studi Budidaya Pertanian (Agribisnis); Teknologi Pangan; Sosial Ekonomi; Budidaya Perikanan (Aquakultur); dan Produksi Ternak.

4.     Fakultas Teknik : Program Studi Sipil; Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi); Arsitektur; dan Teknik Industri.

5.      Fakultas Sastra : Program Studi Sastra Inggris.

6.      Fakultas Hukum : Program Studi Ilmu-ilmu Hukum.

7.      Fakultas Psikologi : Program Studi Psikologi.

8.   Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia; Pendidikan Bahasa Inggris; dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

9.      Program Diploma : Perhotelan (D3/D1) dan Manajemen Informatika(D3).

10.  Program Pasca Sarjana (S2) : Program Studi Manajemen, Ilmu Hukum, Administrasi Negara; Perencanaan Wilayah dan Kota; dan Budidaya Perairan.

Melihat antusiasme peningkatan mahasiswanya maka didirikanlah perpustakaan pada tahun 2006.Hal ini untuk menunjang kegiatan belajar mahasiswa serta menambah wawasan pengetahuan mahasiswa Universitas 45 Makassar.Berdasarkan data yang diperoleh, Perpustakaan Universitas 45 Makassar memiliki 785 judul koleksi buku yang terdiri dari 2.845 eksemplar, koleksi jurnal dalam negeri sebanyak 65 judul, dan koleksi jurnal luar negeri 30 judul. Jumlah keseluruhan mahasiswa Universitas 45 Makassar  sebanyak 3.420 orang. Adapun yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan berjumlah 2.560 orang, dengan rinci Departemen Sistem Informasi sebanyak 850 orang, Departemen Manajemen Informatika sebanyak 870 orang, dan Departemen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (planologi) sebanyak 840 orang (Sumber: Laporan Akuntabilitas Kinerja Perpustakaan Universitas 45 Makassar, 2011).

Pada awalnya sistem temu kembali koleksi dilakukan secara manual, namun seiring bertambahnya jumlah koleksi, maka perpustakaan membuat aplikasi sistem temu kembali informasi yang bersifat automasi yang menggunakan open source yaitu Senayan Library Manajemen Sistem (SLiMS). SenayanLibrary Manajemen Sistem (SLiMS) adalah open source software berbasis web untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan (library automation) skala kecil hingga skala besar yang dibuat oleh Hendro Wicaksono dan Arie Nugraha dari Departemen Pendidikan Nasional. Adapun kelebihan dari SenayanLibrary Manajemen Sistem (SLiMS) ini adalah dapat dimodifikasi, berbasis free (gratis), dan dapat dikembangkan lewat komunitas. Oleh sebab itu, hal ini berguna untuk mengautomasikan seluruh koleksi bahan pustaka baik fisik maupun digital pada perpustakaan Universitas 45 Makassar.Sehingga dapat memudahkan pengguna dalam pencarian dan temu kembali informasi pada koleksi perpustakaan oleh mahasiswa Universitas 45 Makassar.

Adapun fasilitas aplikasi SenayanLibrary Manajemen Sistem (SLiMS) tersebut adalah Online Public Acces Catalog (OPAC), manajemen data bibliografi, sirkulasi, manajemen keanggotaan, inventarisasi, laporan dan statistik. SenayanLibrary Manajemen Sistem (SLiMS) didukung berbagai format bahasa. Berdasarkan pengamatan dan wawancara singkat yang penulis lakukan di Perpustakaan Universitas 45 Makassar para pengguna yang akan meminjam buku langsung menuju ke rak buku tersebut, sehingga memakan waktu lebih lama dan tidak efektif. Sedangkan fasilitas pencarian koleksi telah diautomasikan menggunakan aplikasi SenayanLibrary Manajemen Sistem (SLiMS).Sehingga pengguna belum memaksimalkan peran dari sistem tersebut dalam melakukan penelusuran bahan pustaka yang diinginkan pengguna.Maka dampaknya berpengaruh terhadap tinggi rendahya pemanfaatan sistem perpustakaan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan studi tentang “Penerapan Sistem Automasi Perpustakaan Menggunakan Senayan Library Manajemen Sistem Pada Perpustakaan Universitas 45 Makassar”.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

Bagaiamana penerapan sistem automasi perpustakaan menggunakan Senayan Library Manajemen Sistem (Slims) pada perpustakaan Universitas 45 Makassar

C.     Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian
1. Defenisi Operasional

            Untuk menghindari salah pengertian dalam penelitian ini, maka saya perlu menjelaskan beberapa variabel yang terdapat dalam penelitian ini.Skripsi ini berjudul “Penerapan Sistem Automasi Perpustakaan Menggunakan Senayan Library Sistem Pada Perpustakaan Universitas 45 Makassar”. Dari judul tersebut terdapat dua kata kunci permasalahan yaitu Penerapan Sistem Automasi Perpustakaan dan  Perangkat Lunak Aplikasi Senayan Library Manajemen Sistem.
2. Ruang Lingkup Penelitian

            Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis membatasi ruang lingkup penelitian  untuk memudahkan proses pelaksanaan penelitian. Adapun ruang lingkup yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah dikhususkan terhadap penerapan sistem automasi Perpustakaan Universitas 45 Makassar.

D.    Tinjauan Pustaka

Dalam membahas judul “Penerapan Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mega Rezky Makassar” ada beberapa buku atau karya tulis yang penulis anggap relevan dengan objek penelitian ini antara lain sebagai berikut :

1.      Abdul Kadir dan Terra Ch. Triwahyuni dalam bukunya Pengenalan Teknologi Informasi. Dalam buku ini dibahas tentang bermacam-macam topik tentang teknologi Informasi secara luas. Baik itu dasar-dasar teknologi informasi itu sendiri, sistem komputer, perangkat lunak, basis data, internet dan sebagainya yang semuanya termasuk dalam cakupan TI.

2.      Wahyu suprianto dalam bukunya Teknologi Informasi Perpustakaan : strategi perancangan perpustakaan digital yang membahas mengenai dasar-dasar teknologi informasi perpustakaan, baik dari segi faktor penggerak TI, tujuan penggunaannya, kebutuhan perangkat, perkembangan teknologi perpustakaan, dan refleksi masa depan TI di perpustakaan.

3.      Subba Rao dalam bukunya Library and Information Technology yang membahas secara keseluruhan keterkaitan antara perpustakaan dengan penerapan teknologi informasi di dalamnya.

4.      Butan, Fransiskus. 1995. Laporan Penyelenggaraan Magang Manajemen Otomasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Se Indonesia. Buku ini membahas tantang Pemilihan Sistem Otomasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia.

5.      Sulistyo Basuki dalam bukunya Pengantar Ilmu Perpustakaan. Dalam buku ini dibahas tentang gambaran umum mengenai ilmu perpustakaan. Pembahasanya meliputi definisi ilmu perpustakaan dan perpustakaan ditinjau dari segi objeknya. Pada pembahasan ilmu perpustakaan dilihat  dari definisinya sebagai suatu ilmu, yaitu pengetahuan yang tersusun rapi yang menyangkut  tujuan, objek, fungsi perpustakaan, serta fungsi metode, penyusunan, teknik, dan teori yang digunakan dalam pemberian jasa perpustakaan

6.      Wiji Suwarno.dalam bukunya Dasar dasar Ilmu Perpustakaan membahas tentang sejarah perpustakaan dan secara umum mengenai perpustakaan.

E.     Metodologi Penelitan
1. Jenis Penelitian

         Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriftif.Penelitian        deskriptif mencoba mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktivitas, objek, proses, dan manusia. Bilamana memungkinkan dan dianggap tepat, deskripsi semacam itu dilakukan secara kualitatif karena penelitian ini  berupaya menggambarkan evaluasi atau hasil akhir dari  ketersediaan koleksi di Perpustakaan Fakultas Kedokteran Makassar.
2. Teknik pengumpulan data

Berkaitan dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini, penulis menggunakan dua cara, yatu:

a.    Penelitian kepustakaan (libary research) yaitu pengumpulan data dengan menggunakan buku-buku literatur atau kepustakaan yang ada hubungan dengan masalah yang diteliti, baik dikutip secara langsung maupun tidak langsung yang releven dengan judul yang diteliti.

b. Studi lapangan (field research) yaitu penelitian langsung yang di lakukan langsung terhadap objek yang di teliti dengan cara:

1.      Observasi

Teknik ini dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung terhadap objek (Anwar Hasnun, 2004. 24).

2.      Wawancara

Teknik ini melakukan wawancara langsung terhadap responden agar menjawab pertanyaan-pertanyaan lisan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dengan tujuan untuk melengkapi data pokok.

3.      Angket atau kusioner

Dalam teknik ini, penulis membagikan data pertanyaan untuk melengkapi data penulis yang diteliti.
3. Pengolahan data
Setelah semua data terkumpul, maka langkah berikutnya adalah pengelolahan data. Yang dimaksud dengan pengolahan data pada penelitian ini adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan, observasi, wawancar dan angket atau kusioner dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain

F.     Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

1.      Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1.      Untuk menambah wawasan penulis tentang sistem automasi perpustakaan.

2.      Untuk mengetahui sejauh mana penggunaan aplikasi Senayan dalam sistem automasi perpustakaan Universitas 45 Makassar.

3.      Dapat dijadikan acuan bagi studi lain yang ingin melakukan studi yang berkaitan dengan sistem automasi perpustakaan dengan menggunakan Senayan Library Manajemen Sistem.

2.      Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

1. Dapat menjadi salah satu masukan bagi Perpustakaan Universitas 45 Makassar untuk mengetahui bagaimana pemahaman sistem yang digunakan tersebut.

2. Dapat dijadikan acuan bagi yang ingin melakukan studi yang berkaitan dengan Perpustakaan Universitas 45 Makassar. 
3. Dapat menambah pemahaman dan pengetahuan pembaca tentang penerapan sistem automasi Perpustakaan Universitas 45 Makassar. 
G.    Garis-Garis Besar Isi Skripsi

Garis besar isi skripsi merupakan gambaran secara menyeluruh mengenai masalah yang akan dibahas di dalam skripsi ini yang di bagi atas sub-sub bab sehingga dapat tersusun dengan baik yang terdiri dari :

Bab I Pendahuluan, bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, definisi operasional dan ruang lingkup penelitian, kajian pustaka, metodologi penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, serta garis-garis besar isi skripsi.

Bab II Kajian Pustaka, bab ini membahas tentang kajian teoritis yang erat kaitannya dengan ketersedian koleksi, baik itu teori yang dikemukakan oleh ahli-ahli maupun hasil kajian sebelumnya. Teori yang telah dikemukakan itu diberi komentar sehingga mencapai suatu kesimpulan terhadap fenomena yang diteliti.

Bab III Metodologi Penelitian, bab ini membahas tentang metode yang digunakan dalam menyusun skripsi ini yaitu jenis penelitian, teknik pengumpulan data dan pengolahan data.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, bab ini merupakan inti yang berisi jawaban atas masalah dan sub-sub masalah, hasil-hasil penelitian yang ditemukan di lapangan dan selanjutnya menguraikan pembahsan.

Bab V Penutup, bab ini merupakan bab terakhir yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Bilal, Dania. 2002. Automating Media Centers and Small Libraries : a microcomputer-based approach. London: Libraries Unlimited.

Butan, Fransiskus. 1995. Laporan Penyelenggaraan Magang Manajemen Otomasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Se Indonesia.Pemilihan Sistem Otomasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia.Jakarta: Ditjen Dikti.

Cohen, Alaine. 1981. Automation, Space Management, and Productivity : a guide for libraries

Corbin, John. Managing the Library Automation Project, Oryx Press, Canada, 1985.

Duval, Beverly K ;Main, Linda. Automated Library Systems : a Librarian’s Guide and Teaching Manual, Meckler, London, 1992

Hariyadi. 1989.

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan Dan Informasi. Medan: USU Press

Rowley, Jennifer. 1992. Computers for Libraries, 3rd. ed, London: Library Association Publishing.

Salmon, Rosemary. 1985.

Setiarso, B. 1997.Penerapan Teknologi Informasi Dalam Sistem Dokumentasi dan Perpustakaan.Jakarta: Grasindo.

Siregar, A. Ridwan. 1996. Otomasi Perpustakaan : Desain Kerumahtanggaan Perpustakaan. Medan: Perpustakaan USU.

Siregar, A. Ridwan. 1997. Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pemasaran Perpustakaan. Medan: Perpustakaan USU.

Siregar, A. Ridwan. 2004. Perpustakaan Energi Pembangunan Bangsa.

Medan: Perpustakaan USU.

Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Teed, Lucy A. 1993.An Introduction to Computer-based Library System, 3rd ed. John Wiley & Sons



Oleh:
Tekka Bancin
Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar